PUISI

Banjir Bandang di Tanah Rencong
Karya
Tazkir
Kayu-kayu bergelimpangan
Berserakan bagai tulang patah
Membawa cerita malam bergemuruh
Saat air mendobrak batas kesabaran bumi
Di sini langit pernah menangis lebat
Menyapu lembah menyambar rumah-rumah kecil
Meninggalkan jejak lumpur dan rindu
Pada kehangatan pergi bersama arus
Namun di antara puing dan penampungan
Tersembunyi benih ketabahan
Seperti akar pohon tak mau lepas
Dari tanah tempat ia
Tanah rencong Aceh berdiri tegak
Banjir boleh datang angin boleh menderu
Tapi hati ini takkan larut terbawa
Kita pulihkan lagi kita bangun kembali
Mari mengukir pohon
Mari menjaga hutan

(penulis Guru SMA Negeri 1 Bukit )

Saat ini belum ada komentar