Beranda » Artkel » Artikel

Artikel

Mengapa Siswa Masa Kini Sulit Menghargai Guru

Oleh Tazkir, S.Pd, M.Pd

Kemajuan teknologi informasi membawa dampak signifikan terhadap cara pandang generasi muda. Akses tidak terbatas ke internet membuat siswa merasa memiliki pengetahuan setara, bahkan melebihi gurunya. Mereka terbiasa memperoleh jawaban instan lewat mesin pencari sehingga peran guru sebagai sumber ilmu utama kian tergerus. Media sosial juga ikut membentuk pola pikir bahwa segala sesuatu boleh dikritik secara terbuka, termasuk wewenang guru di dalam kelas. Di era digital yang serba cepat, fenomena menurunnya rasa hormat siswa terhadap guru menjadi sorotan serius dalam dunia pendidikan. Guru, sosok yang dahulu dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa dan amat dihormati, kini kerap menghadapi kesulitan membangun hubungan harmonis dengan murid. Berbagai faktor kompleks melatarbelakangi pergeseran sikap ini, mulai dari perubahan nilai sosial hingga pengaruh teknologi yang begitu masif.

Salah satu akar permasalahan berasal dari perubahan pola asuh dan dinamika keluarga modern. Banyak orang tua kini lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan materi dan karier sehingga waktu berkualitas bersama anak menjadi terbatas. Akibatnya, nilai dasar seperti sopan santun dan penghormatan kepada orang lebih tua tidak lagi tertanam secara optimal dalam keseharian anak. Pola asuh permisif turut membuat anak terbiasa memperoleh keinginan tanpa perlu berusaha, apalagi menghormati otoritas.

Tontonan di televisi ( aneka film, tontotonan dewasa, sinetron) dalam dan luar negeri maupun media sosial ( games )begitu mudah didapatkan melalui hanphone yang kerap menampilkan sikap tidak hormat terhadap figur otoritas turut memengaruhi persepsi siswa. Tokoh publik, selebritas, atau konten kreator yang gemar merendahkan pihak lain justru dijadikan panutan keliru. Ironisnya, perilaku semacam itu dianggap keren dan ditiru generasi muda. Selain itu, apabila orang tua sendiri kurang menunjukkan penghormatan kepada guru, anak akan mudah meniru sikap tersebut.

Sistem pendidikan yang terlalu berfokus pada capaian akademis membuat siswa memandang guru sekadar instrumen untuk meraih nilai, bukan figur yang patut dihormati. Orientasi pada hasil ujian membuat relasi guru-siswa berubah menjadi transaksional. Siswa menghargai guru hanya ketika memperoleh nilai baik, sebaliknya menyalahkan guru saat nilai mengecewakan.

Di tengah tuntutan kurikulum padat, guru kerap kehilangan kesempatan membangun kedekatan emosional dengan siswa. Pembelajaran terlalu kaku dan formal membuat jarak antara guru dan murid semakin melebar. Padahal, hubungan hangat dan penuh empati merupakan fondasi utama tumbuhnya rasa hormat.

Mengembalikan rasa hormat siswa terhadap guru memerlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak. Orang tua perlu aktif menanamkan nilai sopan santun sejak dini sekaligus menjadi teladan dalam menghormati guru. Sekolah harus menciptakan lingkungan yang menghargai profesi guru serta membangun budaya positif. Guru sendiri perlu mengembangkan metode pembelajaran lebih interaktif dan humanis, sekaligus menjadi teladan layak dihormati.

Pembelajaran etika dan karakter mesti diintegrasikan ke setiap mata pelajaran, bukan sekadar materi tambahan. Pemanfaatan teknologi secara bijak dapat meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengurangi wewenang guru. Kolaborasi erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci utama membentuk generasi cerdas secara intelektual sekaligus berkarakter mulia dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada pendidik.

Pada akhirnya, menghargai guru bukan sekadar soal kepatuhan, melainkan pemahaman bahwa mereka adalah pahlawan di balik setiap kesuksesan generasi penerus bangsa.

( penulis guru SMA Negeri 1 Bukit )

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Kepala SMA Negeri 1 Bukit Serahkan Santunan kepada 60 Siswa Yatim Piatu, Sekaligus Menutup Kegiatan Dinul Islam

    Kepala SMA Negeri 1 Bukit Serahkan Santunan kepada 60 Siswa Yatim Piatu, Sekaligus Menutup Kegiatan Dinul Islam

    • Selasa, 12 Mei 2026

    Kepala SMA Negeri 1 Bukit Serahkan Santunan kepada 60 Siswa Yatim Piatu, Sekaligus Menutup Kegiatan Dinul Islam Bener Meriah — Kompasiana.com. Kamis (12/03)Kepala SMA Negeri 1 Bukit, Rudi DPR, S.Pd, menyerahkan santunan kepada 60 siswa yatim dan piatu dalam kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah, Kamis (Ramadhan 1447 H). Santunan tersebut merupakan hasil sumbangan dari […]

    Selengkapnya »
  • Puisi

    Puisi

    • Jumat, 22 Mei 2026

    Melangkah Di Jalan Lurus karya Tazkir   Di balik tirai cahaya tak terjamah Tersimpan keindahannya melampaui kata Bidadari surga bersemayam dalam taman di mana waktu berhenti dan cinta abadi.   Mata bak bintang di langit bening Suaranya lembut bagai gemericik udara mengalir Senyumnya mekar seperti bunga pertama Di taman yang tak pernah berbaring diterpa angin. […]

    Selengkapnya »
  • 26 Siswa SMA Negeri 1 Bukit Lolos SNBP 2025,Dua Diantaranya Kedokteran

    26 Siswa SMA Negeri 1 Bukit Lolos SNBP 2025,Dua Diantaranya Kedokteran

    • Senin, 11 Mei 2026

    26 Siswa SMA Negeri 1 Bukit Lolos SNBP 2025,Dua Diantaranya Kedokteran   BENER MERIAH, SabukMedia – Sebanyak 26 siswa SMA Negeri 1 Bukit Kabupten Bener Meriah sukses lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 dan diterima di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Pengumuman penerimaan itu tepat dirilis pukul 15.00, hari ini Selasa, 18 Maret […]

    Selengkapnya »
  • Penutupan Lomba Debat Bahasa Indonesia dan Inggris 2026

    Penutupan Lomba Debat Bahasa Indonesia dan Inggris 2026

    • Selasa, 2 Juni 2026

    Kacabdin Apresiasi Keberanian Siswa Berkompetisi   Bener Meriah – KenNews.id  – Kegiatan Lomba Debat Indonesia dan Bahasa Inggris 2026 tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Bener Meriah resmi ditutup, Senin (1/6/2026). Penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Bener Meriah, Subandi,  S.Si. ,  M.Si ; Kasi Kesiswaan Mudaris, S.Pd, M.Pd, Ketua MKKS SMA Razali, […]

    Selengkapnya »
  • Artikel Pendidikan

    Artikel Pendidikan

    • Senin, 11 Mei 2026

    Antara Tawa dan Tangis Tak Terucap Seorang Guru Oleh Tazkir, S.Pd., M.Pd Menjadi guru merupakan pekerjaan mulia, sebuah panggilan hidup sarat pengabdian, komitmen, serta cinta pada ilmu pengetahuan dan generasi penerus bangsa. Profesi ini laksana pelita di tengah gelap menyalakan jalan, meski diri perlahan terbakar. Di balik senyuman hangat, tersimpan kisah suka dan duka. Seperti […]

    Selengkapnya »
  • SasiKirana Siswa SMA Negeri 1 Bukit Melaju ke Tingkat Provinsi FL3SN 2026

    SasiKirana Siswa SMA Negeri 1 Bukit Melaju ke Tingkat Provinsi FL3SN 2026

    • Senin, 11 Mei 2026

    SasiKirana Siswa SMA Negeri 1 Bukit Melaju ke Tingkat Provinsi FL3SN 2026 B ener Meriah  –Kompasiana.com Prestasi kembali diraih oleh siswa SMA Negeri 1 Bukit. SasiKirana, siswa berbakat di bidang jurnalistik, berhasil melaju dengan mulus ke tingkat Provinsi pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FL3SN) tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi sorotan karena SasiKirana mampu […]

    Selengkapnya »